kesana kemari untukmu

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati,

Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak datang untuk menjadi penghalang....

Keadaan sulit demikian akankah pantas bila mengabaikan setiap batas kelayakan menerima silih suara yang bernada semakin tinggi menghampiri kala hati harus berada sendiri....

Andai penguji terbesar harus muncul disana ketika itu, pastilah juga tidak memberi arti apa-apa ; karena cinta telah memilih... sebagaimana setiap mata yang berpapasan hanya dengan menduga, menggambar bayangan dirinya sendiri, kecondongan arah bukan pada senyatanya apa yang di jumpa, selera terlalu berlebih memuatkan cara pandang tiada jarang melewati pedasnya kuah cincang...

Inilah ambang batas sekilas kisah menjelang saat kau datang, betapa keadaan sontak tersulap dipenuhi riang, keraguan juga turut jauh tertepis terbang melayang, pelukan bagai mendahului waktu kedatangan , anggapan tiada perlu lagi dipaksa membuktikan, adamu tidak lagi cerita masa lalu, adaku tiada lain kian membisu dipenui bahagiamu serasa ingin waktu itu membeku di sana ;

=

Jajaran

Beranjak dari ketidaksejajaran

Barulah mulai sedikit kukenali 

Betapa pentingnya mengenalinya... 

Sejajar terkadang memang dibutuhkan

Walau tidak semudah mendudukan perkara

Juga tidak sesederhana menempatkan 

Sejumlah kursi pada jajarannya hingga lurus;


Senja itu, aku tidak menengadah untuk melihat bulan

Tidak pula aku lalu memilih berbaring atau rebah agar kenampakannya sampai, 

Lalu membiarkan cahaya mengisi beranda yang kian gelap itu, sama sekali tidak. 


Ujung yang runcing terasa dan bagai mengisi kisah terdalam, seusainya; pilahan setiap makna kian berlekuk dari setiap dentingan dawai tua yang dimainkan jemarimu dari hati dan penuh rasa, 

Dinding-dinding yang tegar berdiam, menjadi tempat paling setia dimana ia bergantung seolah ingin ikut meliukkan tariannya dalam setiap petikan nada yang lahir dari setiap getaran itu;

Bulan baru bernama, setelah melewati batas-batas pakai, pakaian ditanggalkan satu demi satu, bulan bernama sama, tidak berubah, seperti tahun lalu, ia silih berganti, ia mengatakan dengan setiap tanggal, menelanjangi angka dengan jumlah yang sedikit berbeda, andai ada bulan yang bernama lain, gumam mencandai bayangan dan hiasan dinding... 

Berapa minggu keberangkatanmu telah rela mengisi banyak cerita akan perjalanan jauh yang harus kau lalui, itulah bagian kekuatan yang membantu melawan kebosanan dan kesendirian harus menantimu di sini.... 

Bukan Hanya Bawaan

dua tiga kali terlalu sedikit
menyebut angka buatmu 
berulangnya uluran tangan 
sejak awal kenalan...
hingga sudah sangat jauh 
perjalanan kita...
Anggapan... ada 
Pandangan juga demikian 
kemarin ...
 Sudah, menjadi cerita ;
>>>>

Apa yang telah engkau katakan, 
Masih tersimpan bahkan semakin dalam, 
Ia telah menjadi celah juga pengisi 
Kenangan yang pantas berada... 

Di dalam sana, ia tidak lebih kecil dalam memberi arti bila disandingkan dengan setiap bawaanmu ; ia tidak mudah rusak, hilang atau menghilang; ia juga tetap memiliki daya di hati ini, 
Seperti kehadiranmu sendiri, 
Walau semua telah berlalu, 

Saat - saat dimana engkau harus berada jauh, semua itu terasa telah mendekatkan kita.... 🫢



 

 


menghilangkan - minat.

Mau cepat atau mau lambat....
Pernah sedikit tanya itu tertambat 
Keadaan telah mengendurkan 
Melepas jadi kebebasan sesaat 
Tak lain ... tak guna... mengisi umpat 
Setidaknya biar tidak menghambat

masih di sini 
Mengerti juga ingat 
Bila cintamu telah memasuki hati 
Tanpa terumbarnya seribu janji 
Padaku semua itu membuat hingga kini 
Tetap menantimu ...hingga saatnya 

Kanvas itu pun berdiam ...
Masih tetap kosong ;
Mengarah ke langit,
Tanpa Bergerak,
Bulu-bulu itu pun membisu,
Terhimpit pelat -pelat semu
Sewarna cermin terlekuk kekusaman,
Terasa apa pun sebagai enggan...

Scrolling beberapa waktu lalu...
Tidak lebih hanya menjumpa lusinan gunjing...
Menjemukan hingga memaksa berpaling...
Memilih pada banyak hal kecil 
Di tempat  ini tanpa lagi memusing 
Engkau pasti mengerti 
Akan setiap arti penantian ini....
Dalam jauh kuselami, hingga kutemukan hingga kupahami apa yang menjadi hakmu ;
Sebagaimana engkau telah sangat tahu, dan memberikannya padaku.... dalam kebebasan... juga rasa teraman untuk dapat bersama...
Meskipun keadaanmu tidak sedemikan mudah untuk dimengerti dalam banyak perubahan....


Sebutlah PERMADANI Cinta?




Di tengah sunyi, ruang ini bernafas sepi,

Hingga permadani tiba, hadiah dari hati.

Ia terhampar, seluas mata memandang,

Menyelimuti lantai, dingin yang dulu malang.

Setiap corak, ukiran yang begitu rinci,

Apakah ini kisahnya, dari negeri yang jauh?

Cahaya lampu temaram, kini berpendar beda,

Memantul di benang emas, sulaman yang tiada dua.

Meja kayu di sudut, yang dulu hanya terpaku,

Seolah ikut berbisik, bertanya padaku,

"Siapakah dia, yang menyentuh ruang ini

dengan kehangatan dan keindahan yang sejati?"

Dinding bisu, lukisan lama yang lusuh,

Tiba-tiba punya cerita baru untuk diusung.

Mereka seakan hidup, bersahutan riang,

Dengan motif permadani yang begitu terang.

Apakah ini sebuah pengakuan tersembunyi,

Bahwa kau melihat keindahan di dalam diriku?

Di setiap serat, aku mencari sebuah nama,

Di setiap warna, ku coba membaca makna.

Tak sekadar barang, ini lebih dari itu,

Ini sebuah ruang, yang kau beri nafas baru.

Mengapa aku, yang menerima keajaiban ini?

Pertanyaan itu, kini jadi melodi di hati.

Ruang ini, kini bukan lagi diriku sendiri,

Ada jejakmu, yang terlukis dalam permadani.

Kagum, haru, senang, semua jadi satu,

Namun pertanyaanmu, jauh lebih banyak dari itu.

Apakah ini cara, untuk mengatakan

'Aku melihatmu', ataukah 'Kau pantas dihargai'?



MADANI: Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...

LoTs Of ties - Are TELLING much



Bersusun di dalam barisan rapi dalam almari manis, penuh kenangan 
Menggambarkan bagaimana perjalanan menggapai harapan 
....
Cukup bagi orang mengenali bagaimana disusunya semua itu
Alangkah pandai sang empunya menggambarkan  banyaknya cerita
Bagaimana setiap jenjang pencapaian itu digapai,
Tidak akan ada yang memungkiri bagaimana menakhlukkan beban seperti itu tanpa kecermatan dan ketekunan.
Itu tentu saja bukan sebatas penghias, apalagi hanya sebagai pengikat atau sebatas tanda dan pewarna.
Sejumlah motif sudah bicara dengan goresannya tidak dengan suaranya, ...
Dan semua itu engkau tinggalkan untuk pergi ke tempat jauh tanpa membiarkan pikiran melekat padanya;
Engkau mengarungi wilayah - wilayah baru di negeri entah berantah, seolah tiada lagi semua itu bagian terindah...



Wajahmu terisi kisah yang berbeda masih terbayang terasa dekat setiap kurapikan simpul usai kaukenakan  sebelum kepergian diawal hari-hari kita saat bersama di sini, teringat pula terkadang kau biarkan rambutmu apa adanya terurai sebebas senyummu....
Andai waktu bisa dibekukan...
Ini tetaplah pengandaian, seketika menyadari akan sebuah pilihan
Tentu pilihan yang telah kita buat dengan sematang mampunya kita merangkai rencana terbaik kita...

Problematik bagi banyak orang telah dapat kaupandang dengan lebih ringan sebagai penggelitik,
Semua masih dapat kau lalui hingga kini, dan semua itu semakin membuat hatiku tertawan 
Enak dan nikmatnya menu asal kau yakini tidak lagi semudah dijumpa lagi tidak pernah membuatmu gelisah...
Setahuku bagaimana berat perjalanan, dengan segala jenis k3ndaraan dan medan baru sering membikinmu agenda jadi tak menentu...
Timang dan kutimang lagi sebagian kenangan akan kenyamananmu di sini sambil menelan dalamnya rindu menanti saat bersamamu...lagi...
Ini hanyalah sepenggal perasaan, bukan mesin waktu yang mampu berjalan sendiri,..tanpamu ...
Esok adalah hari yang masih dapat kita lalui lagi, untuk membiarkan langit menjadi saksi kita bersama dalam cengkerama kembali saling melengkapi ... ruang -ruang hati yang seolah menghilang terampas keadaan 😘




Muter-Muter Sepulang Senam

Pagi-pagi sekali, saat cuaca sejuk dan segar

Ingin rasanya meneruskan langkah sedikit jauh, mengingat beberapa waktu yang lalu seorang teman menawarkan untuk bergabung senam di tempat itu ....

Rasanya tidak jauh, dengan menambah rute jalan pagi juga tambah kenalan di sana 

Pasti kalau kamu sudah hafal sekali tempat itu, karena ternyata di sana banyak yang bertanya tentangmu...

Balai pertemuan dimana sering ada pentas seni dan budaya di tempat itu, rupanya ramai sepagi itu baik pendatang maupun orang sekitar daerah itu 

Menariknya adalah sepulang dari sana, karena kupikir bisa mencoba jalan tikus biar lebih cepat...
Aduuuh ternyata jadi lama, muter-muter agak bingung juga.
Ada perumahan yang sampai aku lewatin dua kali sambil tengak-tengok kaya orang ...begok lah..
Ternyata ada ibu-ibu yang tanggap dan baik banget,
"Sepertinya anda mencari alamat, apa anda sedang tersesat, mungkin bisa saya bantu?"

"Oh ibu baik sekali, betul Bu saya sedang cari jalan pulang" sambil sedikit malu kujelaskan sedikit padanya.

"Sebentar!" , ibu itu masuk lalu mengeluarkan motor.
"Ayo saya anter, kebetulan saya mau keluar!"

Betul masih banyak orang baik, bahkan sekarang jadi tambah teman, rute lari sesekali bahkan sampai ke rumahnya buat say hello.
Kesalaham kecil kadang tidak jadi masalah ...

Menganggap Lagu Kepastian


Kau telah memilihkan sebuah lagu 

Lagu yang sangat menghiburku 

Ketika dapat berada didekatmu 

Ringan sekali melangkah kala itu

Bunga-bunga cinta begitu harum terasa sejak saat tiba dan berada di sana melewatkan saat bersama

Ini tentu bukan tentang mereka semua yang kebetulan memasuki bingkai kamera yang setia menemani 

Semua karena dirimu yang selalu memiliki cara indah menyapa dan membawaku memasuki semua situasi yang pernah kau janjikan untuk kau tunjukkan dan pasti memberikan kenangan terbaik buat kita berdua...

Dibelakangku engkau terus saja tanpa lelah menguarai cerita setiap ujung dan sudut, gedung, ruang, lorong, taman dan kanal hingga pintasan, sambil sesekali membelai rambutku..

Kubiarkan salah satu headset kau pindahkan di telingaku sambil berjalan , begitu enjoy rasanya mendengar syair itu kuanggap mewakili suara dirimu yang sedang mengatakan betapa kamu mencintai diriku apa adanya ...

Andai saja kau tahu, mengapa ajakan makan ketika itu masih kutolak tiada lain karena situasi blunder dan bius suasana dalam asmara, larut dalam lagu dan semua suasana, pukau dan keindaham tempat juga bagaimana setiap wajah memancarkan sapa yang terasa hangat. Mengusir semua keraguan tentangmu dan menggantinya dengan kepastian hati, kepastian untuk melangkah lebih jauh lagi.

Semua keadaan itu sangat berbalik dengan tempat terakhir yang kupandang, dimana hampir semua wajah memandang dengan dingin, membawa kebekuan sapa apalagi seolah semua menutup diri dan tidak mudah membuka celah bagi sembarang orang untuk sekedar bersapa bahkan untuk berbagi senyum.

Setiap sapamu sudah memudah  kemana kita mau melangkah, bersamamu seperti sudah ada penerang yang tidak pernah habis atau terputus hingga melewati jalan gelap..

Tidak lagi ada pilihan yang perlu kau buat, seperti kau putar saja lagu yang kau suka pun akan tetap kusuka..



 

Sambil Menonton dan Ditonton

Gusar hati sesaat, sadar akan betapa lama Kan sampainya pesan yang telah kau janjikan untuk kembali berkabar malam saja 


Ramai pertandingan tiada sampai habis terikuti karena tertidur di depan layar, sembari menanti dan berandai ada panggilanmu.

Menghabiskan semangkuk sup hangat ditengah keseruan masih belum ada pemenang, sesudahnya sudah tidak begitu jelas antara ingat dan tidak 

Hanya setengah di awal, dan host cantik di dalam jeda siaran mengundang mantan team tanya dan minta beberapa prediksi pertandingan 


Bahwasanya ia jujur belum pernah dalam situasi persis seperti saat itu, 

Lantas apa yang tetap sama, kecuali semangat yang dibangun team, yang abadi adalah perubahan itu sendiri.

Intinya, dalam penglihatan seorang mantan pemain kemungkinan terbaik dapat terjadi, dengan membangun lagi dinamika yang adaptif... usai itu seakan semua cerita sudah berpindah...pada keadaan kita .

Penasaran Karena Suara Yang Aneh

Dini hari itu, aku tersentak kaget bukan main. Suara aneh dari luar rumah memecah keheningan malam. Deg-degan, sendirian pula. Nyalakan lampu kamar? Biasa aja. Cekikikan sendiri kayaknya. Pilihan bijak jatuh pada menyalakan lampu taman, sekalian yang paling besar biar benderang benderang. Dari jendela, kulihat semuanya terang benderang. Puas, aku pun kembali ke kasur. Hening lagi. Tapi, baru saja nyaman, suara itu balik lagi! Langsung saja kutombolin selimut sampai kepala tertutup rapat.

Pagi harinya, dengan mata belekan karena kurang tidur, aku keluar rumah bertekad mencari sumber suara semalam. Setelah menggaruk-garuk kepala yang bingung, eh, ternyata pelakunya adalah... kandang ayam! Pintu kandang ayam yang biasanya rapat ternyata terbuka. Si Jago, ayam hutan kesayanganmu itu, ayam jagoan  dengan jambul merahnya, kongkrong dengan gagah di depan pintu sambil berkokok lantang. Dasar Jago, ganggu tidur orang pagi-pagi buta!

Ternyata semalam, ketakutan sendiri yang membuatku salah tangkap suara. Suara aneh itu ya suara kokok Jago yang entah kenapa terdengar menyeramkan di tengah malam. Lampu taman yang dinyalakan pun percuma. Jago mah cuek bebek, malah nikmat berjemur di bawah lampu sorot dadakan.

Setelah ngakak sendiri menyadari kebodohanku, barulah kulihat biang keroknya. Pintu kandang yang rusak ternyata biang keladi konser malam semalam. Pantesan deh Jago bisa keluar seenaknya. Ini gara-gara tendangan si Tomi, anak tetangga yang suka main sama Jago. Dasar Tomi, mainnya ngaco!

Dengan wajah memerah menahan tawa dan sedikit malu, aku pun bergegas mencari peralatan untuk memperbaiki pintu kandang. Aku yakin pasti bisa. Sambil mengutak-atik obeng dan papan, kulihat Jago berkokok lagi, seakan mengejek kebodohanku semalam. Ah, dasar Jago!

Penghias Taman



Serasa ngobrol 

Ada didekat 

Dengan engkau di sana 

Mengitari taman kecil 

Hingga mendekati daun berhias 

Sepasang kepik yang tampak riang 

Cemburu dibuat saat memandang 

Cerianya berada berdua di hijau daun 

Tiada lintas dalam benak 

Atau memikir adanya  sebagai hama disana....

S3lain penghias suasana yang mengitari taman bunga...

Sementara gerimis yang akhir -akhir ini sering membasahi 

Seluruh permukaan tempatnya tiada datang lagi di sini....





Penyodoran Begitu Saja Seperti Penawaran

Membayangkan untuk memilikimu saja aku tidak berani...

Apalagi sampai bagaimana harus memperlakukan ; semua itu pastilah sangat jauh ; karenanya untuk hal yang masih terjangkau dengan akal saja kuikuti kemana langkah setiap peristiwa saat awal di sini.. dulu....

Engkau teramat indah, dengan keadaanmu dan juga semua yang mengelilingimu ; juga sedemikian asing bagiku mengikuti cara dan laku sekitarmu juga macamnya kebiasaan yang tentu saja bagiku asing...

Terlalu mahal atau tidak juga sering berdialog dengan ajakan kembali melongok cita rantau kedatangan tatkala harus jauh menyeberang hingga ke tempat ini,

Juga kutaktahu pasti, jika derap barisan masih sering terdengar mendekat juga adakalanya mengelilingi hingga sejauh ini kutelah langkahkan kaki, atas nama dirinya atau utusan dari negeri matahari dan mana pun kubiarkan saja sebagai mimpi belaka ;

Kubeli apa pun untuk yang jadi kebutuhan, menjaga dengan berlahan menyesuaikan keadaan berdiam bahkan malu berpapasan denganmu karena tidak tahu apa yang harus ku katakan....

Namun, tiada terasa semua berubah ketika engkau mulai menyapa, dengan langsung atau melalui orang lain....

Banyak hal yang tidak mungkin.....#

Hingga kini terkadang tetap saja ada bagian yang membingungkan ..mm

Bagaimana bisa ekspresi wajahmu dalam hitungan detik ... saat di jalan itu.... sebagai saksi mempertemukan kita tiada sempat mengabadikan betapa nyata cepatnya bagai menjawab semua tanya yang baru ingin terucap... hingga sulit mengatakan tidak apalagi iya saat engkau punya pilihan.... 

.... telah kuyakini 

Engkau akan tetap tumbuh membesar dalam pengaruh... juga tanggung jawab, entah jauh atau dekat 

Termasuk belajar melepas apa yang harus kubebaskan...

                                   ((()))

Seperti dulu lagi....

Ketika baru menapaki hari baru,

Ditempat ini....

Kunanti dengan tiada pernah ingin membiarkan 

....... kehilangan bagian yang terindah.....

Karena Engkau dan Aku Sama

Karena Engkau dan Aku Sama: Berpisah dalam gelap  Kita telah membuat langkah  Kuyakini  kita sama-sama berusaha untuk tetap  Mampu berjalan dengan tegap Keadaan semakin...

===+++===
****
cukup bagiku mengenalmu
engkau selalu memiliki ketegasan
sejak baru kenal dan walau masih imut
namamu seperti harummu juga

walau kita pernah saling
memiliki waktu berpandangan
menyela kesibukan di hutaan berbunga
harumnya raflesia tiada menghapus
sedikit pun keaslianmu

pukau karena pekik yang kau bikin
telah menggetarkan rangkaian kisah
gemerlap panggung tempat namamu tumbuh
andai faham ini semua, pastilah
keputusan yang kau bikin tetaplah
yang terbaik....
buat semua
@oldcute


Kel3ngkapan

Senja yang terbuka 

Kunamai indah peristiwa kala itu 

Menata kesiapan diri kita 

Untuk merasakan kembali 

Pelukan angin pantai kesayangan 

Disaat kita bisa bersama 

Apa saja yang akan dibawa 

Agar ada jeda bunyi mengisi hati 

Tidak dengan sempurnanya kata lagi 

Tidak lagi dengan banyaknya bawaan bermacam pelengkap lagi

Hanya dengan adamu selengkap sudah rasa hati serasa tak sabar menanti ... hari esok.

Pengeras Bunyi Yang Tiada Tampak

 

Jenuh larutan yang teraduk dalam baki kusam ini telah melebur dalam warna baru 
Ia menanti tangan berkuas menggapainya 
Hingga sampai pada permukaan kanvas kosong berbentuk sketsa dan cerita kita 

Berlalunya pemandangan ini
Menyadarkan akan kejenuhan panjang 
Menanti engkau untuk nyata datang 
Yang kini akhirnya terobati sudah
Peluk erat dan intim meneguk setiap tanya dan canda bersamanya waktu yang kita punya 
Arti yang senyatanya dimiliki dan pantas kita miliki pada waktunya 

Membuat yang tidak terdengar jadi terdengar 
Mengubah yang pernah hilang semakin kentara 
Meskipun tiada pengeras bunyi harus ada untuk mengubah semua itu 
Tanpa pula pencahayaan lain sebagai tambahan untuk menambahkan terang pada setiap permukaan cerita...

Rasa suka hanya rasa suka 
Senang juga demikian adanya sebagai hal yang sudah biasa
Sisi kelegaan dan tenang serta amannya batin dan percayanya pada kata yang kau punya pada setiap bagian kisah panjang kita bersama dalam dekat atau jauh, seolah menjadi masak bagai alaminya buah kesukaan kita.

YANG KUMAMPU KINI HANYA MEMOHON MAAF

YANG KUMAMPU KINI HANYA MEMOHON MAAF: Masih segar dalam rasa hati ini. Hadirmu yang tak jemu menemani. Juga masih hangat kurasa genggam tanganmu rekat menyatu. Legannya m...




Keinginan sederhana hati
Tidak menggali kesulitan lebih 
Terutama  semakin tampak beda 
Dengan penyelang kisah harian 

Kedepan....
Esok, nanti 
Atau pun kelak
Kita tidak mungkin 
Untuk dapat mengelak 
Apa yang selalu kita rawat
Membunyikan hasil buat kita 

Memang tiada dapat pula diingkar 
Selalu saja harus berjeda 
Orang bicara bebersih atau berbenah hingga menata ulang
Faedah serupa merawat dan mencuci atau menyuci tangan
Seperti usai berkebun demi bunga dan anggrek kesayangan....

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQogA2JB9s-PAzmWcNaQgkiUolGJ9rP9dkelw&s



Satu dan Dua Duta


Satu burung hinggap, kedua sayapnya masih bergerak saat awal kedua kakinya menyentuh dahan guna menjaga keseimbangan tubuhnya.

Berkicau seperti dengan nada pengiring nyanyian teman-teman dan kawanan di sekitar sembari meletakkan cengkeram kuku-kuku kecil diujung kakinya pada dahan pilihannya, sesaat berlompat menyesuaikan letak ternyaman dengan terus bernyanyi.

Datang lagi mendekat kawanan yang sebelumnya terpisah, kini berkumpul dalam pohon yang sama, pun menambahkan keramaian kicau.

Dua burung, tiga burung, empat burung hingga tiada lagi terhitung mereka telah menjadi pengunjung yang meramaikan, pinggiran desa yang sunyi kini semakin lebih ramai.

Ketika Cinta Bicara Sisa Obsesi




Ketika Cinta Bicara Sisa Obsesi: Jangan ditanya usai berkeliaran, kesegala arah mematuk-matuk di sepanjang tempat yang dilewatinya sering seiring bersamanya pengiring dari...

Yakinlah Tetap Terjaga 

Menyadari apa yang kau suka
Juga punya nilai dan kenangan 
Buat kita saat bersama 
Pastilah ia tetap terjaga 
Walau awalnya 
kesukaanmu pada burung kicau 
Kini bertambah padanya....



Bahkan kini tambah lincah 
Lompatnya tinggi 
Larinya tambah kenceng...
Makanya juga semakin lahap 
Yang tidak disangka adalah 
Suaranya jadi keras dan panjang 
Melengking sampe temen-temen heran sama perubahannya 
Dulu kecilnya males sekali ia...
Moga dapat kita carikan temen
Kalo nanti pas pulkam ya....
Karena biar lokal ia tetep buatku 
Istimewa  juga keren buat jadi temen.

Lebih dari Cukup



TENANGKAN LANGKAHMU


Sejauh ini sulit untuk menghitung bila yang kau harap seberapa dalam jumlah hitungan 

Setahuku yang telah engkau berikan tiada dapat dihitung

Dengan cara yang sangat sabar selalu memberi aku ruang untuk belajar banyak hal 

Menemaniku dalam setiap langkah kecil yang coba aku buat untuk berani keluar

Dengan mengandalkan apalagi selain dengan sedikit nalar dan terkadang menertawakan diri dengan kelakar 

Karena engkau begitu perhatian akan hak juga menyelami dan mencoba untuk mengerti bagaimana caramu memberi cinta tanpa basa -basi 

Menanti tiada mengatakan mencoba membandingkan keadaan dimana saat beradanya kita dalam serumah....

Perjalananmu pastilah lebih berat untuk ditanggung bila saja kau katakan apa adanya, karenanya situasi ini masih bukan apa -apa bila melihat rencana yang masih menjadi tanggungan untuk kau tempuh,

Rasanya menemukanmu dan mengalami keadaan hingga kini dapat bersamamu bukanlah sebuah kebetulan semata,

🐩😶🤔😉😗🐶

Kelamaan Juga Nggak Enak



Mengapa dan mengapa sering mengalir menjadi tanya ...

Teriring dengan lengkapnya bagaimana melilit dan meletihkan hingga tetesan keringat tanpa terasa membasahi sekujur tubuh...

Meskipun itu semua baru dari dalamnya hati yang setia menantimu, terkadang datang sebagaimana kerinduan yang tidak mungkin bahkan tidak mungkin untuk dilarang.

Meneruskan kata itu kepadamu tidak lagi menjadi pilihan kini, menyadari betapa berat jadwal dan bebanmu hingga arah timbang tiada lain saat engkau telah kembali, ... 

Ini tampak fair, pun bila kaurasa tidak perlu memberikan jawaban, karena kutelah mengEnalmu akan terbaiknya langkah pasti yang dapat kau tempuh.

Menunggu terasa beda, hingga lama dan sebentar berelativitas sebagaimana engkau bicara tentangnya dengan banyak cara agar kumengerti, meskipun tetap saja... sulit buat dipahami selain menerimanya saja...

Meskipun konyol, bila dinalar...

Miss U....

Pengikut

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati, Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak d...