Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati,
Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak datang untuk menjadi penghalang....
Keadaan sulit demikian akankah pantas bila mengabaikan setiap batas kelayakan menerima silih suara yang bernada semakin tinggi menghampiri kala hati harus berada sendiri....
Andai penguji terbesar harus muncul disana ketika itu, pastilah juga tidak memberi arti apa-apa ; karena cinta telah memilih... sebagaimana setiap mata yang berpapasan hanya dengan menduga, menggambar bayangan dirinya sendiri, kecondongan arah bukan pada senyatanya apa yang di jumpa, selera terlalu berlebih memuatkan cara pandang tiada jarang melewati pedasnya kuah cincang...
Inilah ambang batas sekilas kisah menjelang saat kau datang, betapa keadaan sontak tersulap dipenuhi riang, keraguan juga turut jauh tertepis terbang melayang, pelukan bagai mendahului waktu kedatangan , anggapan tiada perlu lagi dipaksa membuktikan, adamu tidak lagi cerita masa lalu, adaku tiada lain kian membisu dipenui bahagiamu serasa ingin waktu itu membeku di sana ;
=

