kesana kemari untukmu

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati,

Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak datang untuk menjadi penghalang....

Keadaan sulit demikian akankah pantas bila mengabaikan setiap batas kelayakan menerima silih suara yang bernada semakin tinggi menghampiri kala hati harus berada sendiri....

Andai penguji terbesar harus muncul disana ketika itu, pastilah juga tidak memberi arti apa-apa ; karena cinta telah memilih... sebagaimana setiap mata yang berpapasan hanya dengan menduga, menggambar bayangan dirinya sendiri, kecondongan arah bukan pada senyatanya apa yang di jumpa, selera terlalu berlebih memuatkan cara pandang tiada jarang melewati pedasnya kuah cincang...

Inilah ambang batas sekilas kisah menjelang saat kau datang, betapa keadaan sontak tersulap dipenuhi riang, keraguan juga turut jauh tertepis terbang melayang, pelukan bagai mendahului waktu kedatangan , anggapan tiada perlu lagi dipaksa membuktikan, adamu tidak lagi cerita masa lalu, adaku tiada lain kian membisu dipenui bahagiamu serasa ingin waktu itu membeku di sana ;

=

Berubah Di Jalan

Ini masih sepotong tentang kita; Relung yang dalam sanubari ini masih sering... 

tersenyum sendiri mengenang beberapa tanya dan telisikmu pada awal bertemunya kita ...

Dalam pengejaran mimpi penuh semangat membangun idealisme menjadi utamanya tekatku sampai di sini...

Tiada terpikir mencari cinta, apalagi cinta sejati lebih mudah melihat kayu jati yang masih tumbuh di kampus kita,

Tentu semua itu sebelum mengenalmu lebih jauh, perjalan ternyata telah mengubah cara pandang, bagaimana memaknai kehidupan juga cinta itu sendiri...

Elakmu masih, tentu bukan karena jalan!

Diluar Kabin

Belalang tampakkan kaki miliknya 

Saat ia hinggap di kaca 

Tanpa pernah kutahu tujuannya 

Waktu singkat ia lalu melompat 

Ada penasaran tentangnya....


Julur kakinya lembut 

Menyibak sedikit daun 

Selang beberapa saat 

Ia melesat entah kemana lompat 

Bergoyang daun dan ranting 

Terhenti penasaran usai mengerti 

Dari dalam hingga keluar kabin...

Lambain daun - daun lalu menyisa 

Cerita perginya mengejar tekat...

Untuk dapat bertahan setiap saat.



Jajaran

Beranjak dari ketidaksejajaran

Barulah mulai sedikit kukenali 

Betapa pentingnya mengenalinya... 

Sejajar terkadang memang dibutuhkan

Walau tidak semudah mendudukan perkara

Juga tidak sesederhana menempatkan 

Sejumlah kursi pada jajarannya hingga lurus;


Senja itu, aku tidak menengadah untuk melihat bulan

Tidak pula aku lalu memilih berbaring atau rebah agar kenampakannya sampai, 

Lalu membiarkan cahaya mengisi beranda yang kian gelap itu, sama sekali tidak. 


Ujung yang runcing terasa dan bagai mengisi kisah terdalam, seusainya; pilahan setiap makna kian berlekuk dari setiap dentingan dawai tua yang dimainkan jemarimu dari hati dan penuh rasa, 

Dinding-dinding yang tegar berdiam, menjadi tempat paling setia dimana ia bergantung seolah ingin ikut meliukkan tariannya dalam setiap petikan nada yang lahir dari setiap getaran itu;

Bulan baru bernama, setelah melewati batas-batas pakai, pakaian ditanggalkan satu demi satu, bulan bernama sama, tidak berubah, seperti tahun lalu, ia silih berganti, ia mengatakan dengan setiap tanggal, menelanjangi angka dengan jumlah yang sedikit berbeda, andai ada bulan yang bernama lain, gumam mencandai bayangan dan hiasan dinding... 

Berapa minggu keberangkatanmu telah rela mengisi banyak cerita akan perjalanan jauh yang harus kau lalui, itulah bagian kekuatan yang membantu melawan kebosanan dan kesendirian harus menantimu di sini.... 

Bukan Hanya Bawaan

dua tiga kali terlalu sedikit
menyebut angka buatmu 
berulangnya uluran tangan 
sejak awal kenalan...
hingga sudah sangat jauh 
perjalanan kita...
Anggapan... ada 
Pandangan juga demikian 
kemarin ...
 Sudah, menjadi cerita ;
>>>>

Apa yang telah engkau katakan, 
Masih tersimpan bahkan semakin dalam, 
Ia telah menjadi celah juga pengisi 
Kenangan yang pantas berada... 

Di dalam sana, ia tidak lebih kecil dalam memberi arti bila disandingkan dengan setiap bawaanmu ; ia tidak mudah rusak, hilang atau menghilang; ia juga tetap memiliki daya di hati ini, 
Seperti kehadiranmu sendiri, 
Walau semua telah berlalu, 

Saat - saat dimana engkau harus berada jauh, semua itu terasa telah mendekatkan kita.... 🫢



 

 


menghilangkan - minat.

Mau cepat atau mau lambat....
Pernah sedikit tanya itu tertambat 
Keadaan telah mengendurkan 
Melepas jadi kebebasan sesaat 
Tak lain ... tak guna... mengisi umpat 
Setidaknya biar tidak menghambat

masih di sini 
Mengerti juga ingat 
Bila cintamu telah memasuki hati 
Tanpa terumbarnya seribu janji 
Padaku semua itu membuat hingga kini 
Tetap menantimu ...hingga saatnya 

Kanvas itu pun berdiam ...
Masih tetap kosong ;
Mengarah ke langit,
Tanpa Bergerak,
Bulu-bulu itu pun membisu,
Terhimpit pelat -pelat semu
Sewarna cermin terlekuk kekusaman,
Terasa apa pun sebagai enggan...

Scrolling beberapa waktu lalu...
Tidak lebih hanya menjumpa lusinan gunjing...
Menjemukan hingga memaksa berpaling...
Memilih pada banyak hal kecil 
Di tempat  ini tanpa lagi memusing 
Engkau pasti mengerti 
Akan setiap arti penantian ini....
Dalam jauh kuselami, hingga kutemukan hingga kupahami apa yang menjadi hakmu ;
Sebagaimana engkau telah sangat tahu, dan memberikannya padaku.... dalam kebebasan... juga rasa teraman untuk dapat bersama...
Meskipun keadaanmu tidak sedemikan mudah untuk dimengerti dalam banyak perubahan....


Yang Dibilang Semprong, Akhirnya Ketemu juga... !



Setidaknya membutuhkan lima tahun 

Untuk suaramu sampai terdengar 

Ditempat aku berada 

Tempat yang jaraknya sudah pasti 

Sangat jauh, tidak sependek lubang semprong...

Makanan yang pernah kau bawakan 

Dengan selengkap ceritanya kau kisah 

Hal pertama lain mencicipi rasa manisnya..



Saat tubuh ini terbaring,  sendiri.... di sini...

Kau telah pasti tahu, ini semua bukan kemalasan 

Ketika rebah tanpa berbuat apa pun,

Engkau pun telah memahami, bila bukan tidak ada lagi yang dapat dikerjakan ; tidak pula memenuhi isi kepala dengan prasangka buruk bila semua itu sebuah kemalasan hingga menjauh dari pekerjaan dan segala jenis kesibukan,..

Memudahkan diri memilih lalu memasuki ruang pilihan sendiri untuk rebah dan melepas lelah semua ini tiada sedikit pun berhubungan dengan bermacam cara orang bertingkah di lembah terindah, tempat banyak orang ingin kembali membangun gairah.

Apa yang dapat terdengar tiada beda dan berubah dalam orang memberi istilah sebagai sebuah harmoni. Juga apa apa saja yang orang dapat makan dan habiskan adalah yang berwujud rapat mengelilinginya, namun tidak dengan jarak yang telah sejak awal menjadi pembanding itu... ia menjadi bagian tengah yang tidak  termakan, tidak pula menghilang selain menjadi kehampaan..

Sunyi dan tiada lagi diperdengarkan, setiap anak tangga tertapaki sepatu pejalan kaki menaikinya, tiada lagi dapat tereja hentakan alas itu membeda wajah pemakai dan gaun yang sedang dikenakannya. Juga seperti tiada lagi manfaat bertanya harga alas terakhkir yang terdengar ...

Seiring akan lekat pengertiannya, akan komposisi ruang dan gedung sekitar, sejumlah langkah telah memilah pantulan demi pantulan, lantunan kecepatan pejalan pada lingkar dan lengkung tempat dimana dinding-dinding seolah turut menyahut, .. telah membuat wajah tersenyum,... mengerti sebelum anak tangga berikutnya terinjak dan ditapaki...

Semua itu perjalanan mimpi, tanpa menaiki kuda semberani, tanpa tujuan buat mengejar yang pasti, mimpi tempat kanvas kelak akan dituangi dengan tinta-tinta 

Hingga sebuah bentuk mampu dikenali...

🙏👾👽👱💏👭👆

...

Pengikut

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati, Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak d...