kesana kemari untukmu

Totalitas dan Hitungan

Sepasang merpati terbang tinggi 

Keduanya dilepas bebas diwaktu pagi cerah 

Secerah wajah pembuka pintu sangkarnya....

Formasi terbangnya melukis dilangit bagai mereka ingin merenda cerita, tampak sekali sebagai pasangan lincah memilin lintasan dari setiap depa langit sebagai tangguhnya penjelajah dunianya...

Menit demi menit berselang, setelah jauh menggapai jelajah pagi hingga terkadang bagai menghilang dari pandangan mata namun mereka kembali beberapa saat kemudian.

Pembuka sarang kini terngiang, akan bagaimana cara leluhurnya sebenarnya telah lama punya cara sublimasi terdalam untuk pengajaran bagi generasi penerusnya,, bagian yang tidak sedikit menggapai sudut tempat  di  Antarctica; sepasang kehidupan yang banyak diceritakan dalam berbagai bahasa dan peristiwa.πŸ™ŒπŸ˜ŽπŸ˜±πŸ‘ΎπŸ’†

Cukupkah tanpa menghintung berapa cm , mereka telah menempuh jarak pagi itu?πŸ‘·


Bukan Hanya Bawaan

dua tiga kali terlalu sedikit
menyebut angka buatmu 
berulangnya uluran tangan 
sejak awal kenalan...
hingga sudah sangat jauh 
perjalanan kita...
Anggapan... ada 
Pandangan juga demikian 
kemarin ...
 Sudah, menjadi cerita ;
>>>>

Apa yang telah engkau katakan, 
Masih tersimpan bahkan semakin dalam, 
Ia telah menjadi celah juga pengisi 
Kenangan yang pantas berada... 

Di dalam sana, ia tidak lebih kecil dalam memberi arti bila disandingkan dengan setiap bawaanmu ; ia tidak mudah rusak, hilang atau menghilang; ia juga tetap memiliki daya di hati ini, 
Seperti kehadiranmu sendiri, 
Walau semua telah berlalu, 

Saat - saat dimana engkau harus berada jauh, semua itu terasa telah mendekatkan kita.... 🫒



 

 


menghilangkan - minat.

Mau cepat atau mau lambat....
Pernah sedikit tanya itu tertambat 
Keadaan telah mengendurkan 
Melepas jadi kebebasan sesaat 
Tak lain ... tak guna... mengisi umpat 
Setidaknya biar tidak menghambat

masih di sini 
Mengerti juga ingat 
Bila cintamu telah memasuki hati 
Tanpa terumbarnya seribu janji 
Padaku semua itu membuat hingga kini 
Tetap menantimu ...hingga saatnya 

Kanvas itu pun berdiam ...
Masih tetap kosong ;
Mengarah ke langit,
Tanpa Bergerak,
Bulu-bulu itu pun membisu,
Terhimpit pelat -pelat semu
Sewarna cermin terlekuk kekusaman,
Terasa apa pun sebagai enggan...

Scrolling beberapa waktu lalu...
Tidak lebih hanya menjumpa lusinan gunjing...
Menjemukan hingga memaksa berpaling...
Memilih pada banyak hal kecil 
Di tempat  ini tanpa lagi memusing 
Engkau pasti mengerti 
Akan setiap arti penantian ini....
Dalam jauh kuselami, hingga kutemukan hingga kupahami apa yang menjadi hakmu ;
Sebagaimana engkau telah sangat tahu, dan memberikannya padaku.... dalam kebebasan... juga rasa teraman untuk dapat bersama...
Meskipun keadaanmu tidak sedemikan mudah untuk dimengerti dalam banyak perubahan....


Sebutlah PERMADANI Cinta?




Di tengah sunyi, ruang ini bernafas sepi,

Hingga permadani tiba, hadiah dari hati.

Ia terhampar, seluas mata memandang,

Menyelimuti lantai, dingin yang dulu malang.

Setiap corak, ukiran yang begitu rinci,

Apakah ini kisahnya, dari negeri yang jauh?

Cahaya lampu temaram, kini berpendar beda,

Memantul di benang emas, sulaman yang tiada dua.

Meja kayu di sudut, yang dulu hanya terpaku,

Seolah ikut berbisik, bertanya padaku,

"Siapakah dia, yang menyentuh ruang ini

dengan kehangatan dan keindahan yang sejati?"

Dinding bisu, lukisan lama yang lusuh,

Tiba-tiba punya cerita baru untuk diusung.

Mereka seakan hidup, bersahutan riang,

Dengan motif permadani yang begitu terang.

Apakah ini sebuah pengakuan tersembunyi,

Bahwa kau melihat keindahan di dalam diriku?

Di setiap serat, aku mencari sebuah nama,

Di setiap warna, ku coba membaca makna.

Tak sekadar barang, ini lebih dari itu,

Ini sebuah ruang, yang kau beri nafas baru.

Mengapa aku, yang menerima keajaiban ini?

Pertanyaan itu, kini jadi melodi di hati.

Ruang ini, kini bukan lagi diriku sendiri,

Ada jejakmu, yang terlukis dalam permadani.

Kagum, haru, senang, semua jadi satu,

Namun pertanyaanmu, jauh lebih banyak dari itu.

Apakah ini cara, untuk mengatakan

'Aku melihatmu', ataukah 'Kau pantas dihargai'?



MADANI: Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...

Muter-Muter Sepulang Senam

Pagi-pagi sekali, saat cuaca sejuk dan segar

Ingin rasanya meneruskan langkah sedikit jauh, mengingat beberapa waktu yang lalu seorang teman menawarkan untuk bergabung senam di tempat itu ....

Rasanya tidak jauh, dengan menambah rute jalan pagi juga tambah kenalan di sana 

Pasti kalau kamu sudah hafal sekali tempat itu, karena ternyata di sana banyak yang bertanya tentangmu...

Balai pertemuan dimana sering ada pentas seni dan budaya di tempat itu, rupanya ramai sepagi itu baik pendatang maupun orang sekitar daerah itu 

Menariknya adalah sepulang dari sana, karena kupikir bisa mencoba jalan tikus biar lebih cepat...
Aduuuh ternyata jadi lama, muter-muter agak bingung juga.
Ada perumahan yang sampai aku lewatin dua kali sambil tengak-tengok kaya orang ...begok lah..
Ternyata ada ibu-ibu yang tanggap dan baik banget,
"Sepertinya anda mencari alamat, apa anda sedang tersesat, mungkin bisa saya bantu?"

"Oh ibu baik sekali, betul Bu saya sedang cari jalan pulang" sambil sedikit malu kujelaskan sedikit padanya.

"Sebentar!" , ibu itu masuk lalu mengeluarkan motor.
"Ayo saya anter, kebetulan saya mau keluar!"

Betul masih banyak orang baik, bahkan sekarang jadi tambah teman, rute lari sesekali bahkan sampai ke rumahnya buat say hello.
Kesalaham kecil kadang tidak jadi masalah ...

Menganggap Lagu Kepastian


Kau telah memilihkan sebuah lagu 

Lagu yang sangat menghiburku 

Ketika dapat berada didekatmu 

Ringan sekali melangkah kala itu

Bunga-bunga cinta begitu harum terasa sejak saat tiba dan berada di sana melewatkan saat bersama

Ini tentu bukan tentang mereka semua yang kebetulan memasuki bingkai kamera yang setia menemani 

Semua karena dirimu yang selalu memiliki cara indah menyapa dan membawaku memasuki semua situasi yang pernah kau janjikan untuk kau tunjukkan dan pasti memberikan kenangan terbaik buat kita berdua...

Dibelakangku engkau terus saja tanpa lelah menguarai cerita setiap ujung dan sudut, gedung, ruang, lorong, taman dan kanal hingga pintasan, sambil sesekali membelai rambutku..

Kubiarkan salah satu headset kau pindahkan di telingaku sambil berjalan , begitu enjoy rasanya mendengar syair itu kuanggap mewakili suara dirimu yang sedang mengatakan betapa kamu mencintai diriku apa adanya ...

Andai saja kau tahu, mengapa ajakan makan ketika itu masih kutolak tiada lain karena situasi blunder dan bius suasana dalam asmara, larut dalam lagu dan semua suasana, pukau dan keindaham tempat juga bagaimana setiap wajah memancarkan sapa yang terasa hangat. Mengusir semua keraguan tentangmu dan menggantinya dengan kepastian hati, kepastian untuk melangkah lebih jauh lagi.

Semua keadaan itu sangat berbalik dengan tempat terakhir yang kupandang, dimana hampir semua wajah memandang dengan dingin, membawa kebekuan sapa apalagi seolah semua menutup diri dan tidak mudah membuka celah bagi sembarang orang untuk sekedar bersapa bahkan untuk berbagi senyum.

Setiap sapamu sudah memudah  kemana kita mau melangkah, bersamamu seperti sudah ada penerang yang tidak pernah habis atau terputus hingga melewati jalan gelap..

Tidak lagi ada pilihan yang perlu kau buat, seperti kau putar saja lagu yang kau suka pun akan tetap kusuka..



 

Penghias Taman



Serasa ngobrol 

Ada didekat 

Dengan engkau di sana 

Mengitari taman kecil 

Hingga mendekati daun berhias 

Sepasang kepik yang tampak riang 

Cemburu dibuat saat memandang 

Cerianya berada berdua di hijau daun 

Tiada lintas dalam benak 

Atau memikir adanya  sebagai hama disana....

S3lain penghias suasana yang mengitari taman bunga...

Sementara gerimis yang akhir -akhir ini sering membasahi 

Seluruh permukaan tempatnya tiada datang lagi di sini....





Pengikut

Totalitas dan Hitungan

Sepasang merpati terbang tinggi   Keduanya dilepas bebas diwaktu pagi cerah  Secerah wajah pembuka pintu sangkarnya.... Formasi terbangnya ...