kesana kemari untukmu

Sebutlah PERMADANI Cinta?




Di tengah sunyi, ruang ini bernafas sepi,

Hingga permadani tiba, hadiah dari hati.

Ia terhampar, seluas mata memandang,

Menyelimuti lantai, dingin yang dulu malang.

Setiap corak, ukiran yang begitu rinci,

Apakah ini kisahnya, dari negeri yang jauh?

Cahaya lampu temaram, kini berpendar beda,

Memantul di benang emas, sulaman yang tiada dua.

Meja kayu di sudut, yang dulu hanya terpaku,

Seolah ikut berbisik, bertanya padaku,

"Siapakah dia, yang menyentuh ruang ini

dengan kehangatan dan keindahan yang sejati?"

Dinding bisu, lukisan lama yang lusuh,

Tiba-tiba punya cerita baru untuk diusung.

Mereka seakan hidup, bersahutan riang,

Dengan motif permadani yang begitu terang.

Apakah ini sebuah pengakuan tersembunyi,

Bahwa kau melihat keindahan di dalam diriku?

Di setiap serat, aku mencari sebuah nama,

Di setiap warna, ku coba membaca makna.

Tak sekadar barang, ini lebih dari itu,

Ini sebuah ruang, yang kau beri nafas baru.

Mengapa aku, yang menerima keajaiban ini?

Pertanyaan itu, kini jadi melodi di hati.

Ruang ini, kini bukan lagi diriku sendiri,

Ada jejakmu, yang terlukis dalam permadani.

Kagum, haru, senang, semua jadi satu,

Namun pertanyaanmu, jauh lebih banyak dari itu.

Apakah ini cara, untuk mengatakan

'Aku melihatmu', ataukah 'Kau pantas dihargai'?



MADANI: Itu baru sama ia menyela seperti juga kemarin ia perlakukan dengan baik memberi hiburan tidak mau ia ikutan sekedar ramaian apalagi membuang...

LoTs Of ties - Are TELLING much



Bersusun di dalam barisan rapi dalam almari manis, penuh kenangan 
Menggambarkan bagaimana perjalanan menggapai harapan 
....
Cukup bagi orang mengenali bagaimana disusunya semua itu
Alangkah pandai sang empunya menggambarkan  banyaknya cerita
Bagaimana setiap jenjang pencapaian itu digapai,
Tidak akan ada yang memungkiri bagaimana menakhlukkan beban seperti itu tanpa kecermatan dan ketekunan.
Itu tentu saja bukan sebatas penghias, apalagi hanya sebagai pengikat atau sebatas tanda dan pewarna.
Sejumlah motif sudah bicara dengan goresannya tidak dengan suaranya, ...
Dan semua itu engkau tinggalkan untuk pergi ke tempat jauh tanpa membiarkan pikiran melekat padanya;
Engkau mengarungi wilayah - wilayah baru di negeri entah berantah, seolah tiada lagi semua itu bagian terindah...



Wajahmu terisi kisah yang berbeda masih terbayang terasa dekat setiap kurapikan simpul usai kaukenakan  sebelum kepergian diawal hari-hari kita saat bersama di sini, teringat pula terkadang kau biarkan rambutmu apa adanya terurai sebebas senyummu....
Andai waktu bisa dibekukan...
Ini tetaplah pengandaian, seketika menyadari akan sebuah pilihan
Tentu pilihan yang telah kita buat dengan sematang mampunya kita merangkai rencana terbaik kita...

Problematik bagi banyak orang telah dapat kaupandang dengan lebih ringan sebagai penggelitik,
Semua masih dapat kau lalui hingga kini, dan semua itu semakin membuat hatiku tertawan 
Enak dan nikmatnya menu asal kau yakini tidak lagi semudah dijumpa lagi tidak pernah membuatmu gelisah...
Setahuku bagaimana berat perjalanan, dengan segala jenis k3ndaraan dan medan baru sering membikinmu agenda jadi tak menentu...
Timang dan kutimang lagi sebagian kenangan akan kenyamananmu di sini sambil menelan dalamnya rindu menanti saat bersamamu...lagi...
Ini hanyalah sepenggal perasaan, bukan mesin waktu yang mampu berjalan sendiri,..tanpamu ...
Esok adalah hari yang masih dapat kita lalui lagi, untuk membiarkan langit menjadi saksi kita bersama dalam cengkerama kembali saling melengkapi ... ruang -ruang hati yang seolah menghilang terampas keadaan 😘




Muter-Muter Sepulang Senam

Pagi-pagi sekali, saat cuaca sejuk dan segar

Ingin rasanya meneruskan langkah sedikit jauh, mengingat beberapa waktu yang lalu seorang teman menawarkan untuk bergabung senam di tempat itu ....

Rasanya tidak jauh, dengan menambah rute jalan pagi juga tambah kenalan di sana 

Pasti kalau kamu sudah hafal sekali tempat itu, karena ternyata di sana banyak yang bertanya tentangmu...

Balai pertemuan dimana sering ada pentas seni dan budaya di tempat itu, rupanya ramai sepagi itu baik pendatang maupun orang sekitar daerah itu 

Menariknya adalah sepulang dari sana, karena kupikir bisa mencoba jalan tikus biar lebih cepat...
Aduuuh ternyata jadi lama, muter-muter agak bingung juga.
Ada perumahan yang sampai aku lewatin dua kali sambil tengak-tengok kaya orang ...begok lah..
Ternyata ada ibu-ibu yang tanggap dan baik banget,
"Sepertinya anda mencari alamat, apa anda sedang tersesat, mungkin bisa saya bantu?"

"Oh ibu baik sekali, betul Bu saya sedang cari jalan pulang" sambil sedikit malu kujelaskan sedikit padanya.

"Sebentar!" , ibu itu masuk lalu mengeluarkan motor.
"Ayo saya anter, kebetulan saya mau keluar!"

Betul masih banyak orang baik, bahkan sekarang jadi tambah teman, rute lari sesekali bahkan sampai ke rumahnya buat say hello.
Kesalaham kecil kadang tidak jadi masalah ...

Menganggap Lagu Kepastian


Kau telah memilihkan sebuah lagu 

Lagu yang sangat menghiburku 

Ketika dapat berada didekatmu 

Ringan sekali melangkah kala itu

Bunga-bunga cinta begitu harum terasa sejak saat tiba dan berada di sana melewatkan saat bersama

Ini tentu bukan tentang mereka semua yang kebetulan memasuki bingkai kamera yang setia menemani 

Semua karena dirimu yang selalu memiliki cara indah menyapa dan membawaku memasuki semua situasi yang pernah kau janjikan untuk kau tunjukkan dan pasti memberikan kenangan terbaik buat kita berdua...

Dibelakangku engkau terus saja tanpa lelah menguarai cerita setiap ujung dan sudut, gedung, ruang, lorong, taman dan kanal hingga pintasan, sambil sesekali membelai rambutku..

Kubiarkan salah satu headset kau pindahkan di telingaku sambil berjalan , begitu enjoy rasanya mendengar syair itu kuanggap mewakili suara dirimu yang sedang mengatakan betapa kamu mencintai diriku apa adanya ...

Andai saja kau tahu, mengapa ajakan makan ketika itu masih kutolak tiada lain karena situasi blunder dan bius suasana dalam asmara, larut dalam lagu dan semua suasana, pukau dan keindaham tempat juga bagaimana setiap wajah memancarkan sapa yang terasa hangat. Mengusir semua keraguan tentangmu dan menggantinya dengan kepastian hati, kepastian untuk melangkah lebih jauh lagi.

Semua keadaan itu sangat berbalik dengan tempat terakhir yang kupandang, dimana hampir semua wajah memandang dengan dingin, membawa kebekuan sapa apalagi seolah semua menutup diri dan tidak mudah membuka celah bagi sembarang orang untuk sekedar bersapa bahkan untuk berbagi senyum.

Setiap sapamu sudah memudah  kemana kita mau melangkah, bersamamu seperti sudah ada penerang yang tidak pernah habis atau terputus hingga melewati jalan gelap..

Tidak lagi ada pilihan yang perlu kau buat, seperti kau putar saja lagu yang kau suka pun akan tetap kusuka..



 

Sambil Menonton dan Ditonton

Gusar hati sesaat, sadar akan betapa lama Kan sampainya pesan yang telah kau janjikan untuk kembali berkabar malam saja 


Ramai pertandingan tiada sampai habis terikuti karena tertidur di depan layar, sembari menanti dan berandai ada panggilanmu.

Menghabiskan semangkuk sup hangat ditengah keseruan masih belum ada pemenang, sesudahnya sudah tidak begitu jelas antara ingat dan tidak 

Hanya setengah di awal, dan host cantik di dalam jeda siaran mengundang mantan team tanya dan minta beberapa prediksi pertandingan 


Bahwasanya ia jujur belum pernah dalam situasi persis seperti saat itu, 

Lantas apa yang tetap sama, kecuali semangat yang dibangun team, yang abadi adalah perubahan itu sendiri.

Intinya, dalam penglihatan seorang mantan pemain kemungkinan terbaik dapat terjadi, dengan membangun lagi dinamika yang adaptif... usai itu seakan semua cerita sudah berpindah...pada keadaan kita .

Penasaran Karena Suara Yang Aneh

Dini hari itu, aku tersentak kaget bukan main. Suara aneh dari luar rumah memecah keheningan malam. Deg-degan, sendirian pula. Nyalakan lampu kamar? Biasa aja. Cekikikan sendiri kayaknya. Pilihan bijak jatuh pada menyalakan lampu taman, sekalian yang paling besar biar benderang benderang. Dari jendela, kulihat semuanya terang benderang. Puas, aku pun kembali ke kasur. Hening lagi. Tapi, baru saja nyaman, suara itu balik lagi! Langsung saja kutombolin selimut sampai kepala tertutup rapat.

Pagi harinya, dengan mata belekan karena kurang tidur, aku keluar rumah bertekad mencari sumber suara semalam. Setelah menggaruk-garuk kepala yang bingung, eh, ternyata pelakunya adalah... kandang ayam! Pintu kandang ayam yang biasanya rapat ternyata terbuka. Si Jago, ayam hutan kesayanganmu itu, ayam jagoan  dengan jambul merahnya, kongkrong dengan gagah di depan pintu sambil berkokok lantang. Dasar Jago, ganggu tidur orang pagi-pagi buta!

Ternyata semalam, ketakutan sendiri yang membuatku salah tangkap suara. Suara aneh itu ya suara kokok Jago yang entah kenapa terdengar menyeramkan di tengah malam. Lampu taman yang dinyalakan pun percuma. Jago mah cuek bebek, malah nikmat berjemur di bawah lampu sorot dadakan.

Setelah ngakak sendiri menyadari kebodohanku, barulah kulihat biang keroknya. Pintu kandang yang rusak ternyata biang keladi konser malam semalam. Pantesan deh Jago bisa keluar seenaknya. Ini gara-gara tendangan si Tomi, anak tetangga yang suka main sama Jago. Dasar Tomi, mainnya ngaco!

Dengan wajah memerah menahan tawa dan sedikit malu, aku pun bergegas mencari peralatan untuk memperbaiki pintu kandang. Aku yakin pasti bisa. Sambil mengutak-atik obeng dan papan, kulihat Jago berkokok lagi, seakan mengejek kebodohanku semalam. Ah, dasar Jago!

Penghias Taman



Serasa ngobrol 

Ada didekat 

Dengan engkau di sana 

Mengitari taman kecil 

Hingga mendekati daun berhias 

Sepasang kepik yang tampak riang 

Cemburu dibuat saat memandang 

Cerianya berada berdua di hijau daun 

Tiada lintas dalam benak 

Atau memikir adanya  sebagai hama disana....

S3lain penghias suasana yang mengitari taman bunga...

Sementara gerimis yang akhir -akhir ini sering membasahi 

Seluruh permukaan tempatnya tiada datang lagi di sini....





Pengikut

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati, Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak d...