kesana kemari untukmu

Satu dan Dua Duta


Satu burung hinggap, kedua sayapnya masih bergerak saat awal kedua kakinya menyentuh dahan guna menjaga keseimbangan tubuhnya.

Berkicau seperti dengan nada pengiring nyanyian teman-teman dan kawanan di sekitar sembari meletakkan cengkeram kuku-kuku kecil diujung kakinya pada dahan pilihannya, sesaat berlompat menyesuaikan letak ternyaman dengan terus bernyanyi.

Datang lagi mendekat kawanan yang sebelumnya terpisah, kini berkumpul dalam pohon yang sama, pun menambahkan keramaian kicau.

Dua burung, tiga burung, empat burung hingga tiada lagi terhitung mereka telah menjadi pengunjung yang meramaikan, pinggiran desa yang sunyi kini semakin lebih ramai.


Berkicau bagi mereka kini seperti konser dan ritual dunianya yang merdeka,

Bareng  dan bersama yang lain dalam tanpa pengusik dan pengusir sampai nada terakhir, entah bagaimana mereka berpikir.


Saat menunggu, menunggu suaramu yang membuat suasana damainya kalbu,

Engkau dapat tahu, akan semua itu, sealaminya awal pertemuan kita, kebersamaan kita kala itu, walau tiada jemu, kuasa lain telah mengalihkan semua keadaan kita semakin sulit untuk bertemu.

Dihubungi atau untuk menghubungi, sama sulitnya selaksa sudah berada di lain dunia.

Namun ...

Belum juga semua itu, cukup berarti bagi kita, untuk selalu berada dalam hubungan terbaik,


Tersambungkah dengan dering nada yang dipilih jarinya dengam mudah?

@taukah semua itu tiada lain masih suara yang juga sama?

Kicauan mereka bagai telah menutup semuanya, mungkin juga terlalu indah untuk dipadankan dengan semua nafa deringbyang ada...?

Kuanggap $@ja semua bagian dari kedatangan tanya, menolak untuk keinginan mengerti selebihnya; atau

Sebagai dutamu yang telah membawakan setiap lirik-lirik dengan keganjilan alinea ditambah sejumlah aksara yang tiada kumengerti,

Alih -alih hari itu telah menjadi hari yang jauh dari makna kelabu, menjelang usai berangsur kejelasan adamu, kehadiran bak kabar dalam bayang-bayang air danau saat kabut tebal menyelimuti sekeliling.

Mengingat caramu menghibur diri,

Dirundung rindu belahan hatimu pun, mengerti akan adanya cinta yang tiada peri.

Engkau disambut sebagaimana engkau, walau siapa pun yang datang menjadi engkau di sana.

👥







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Diantara Lini Penguji

Terasa sangat sulit siang itu menyembunyikan suana hati, Semua bukan karena deru mesin - mesin yang berlalu-lalang, karena semua itu tidak d...